Powered By Blogger

Jumat, 17 Juni 2011

teori penciptaan manusia


TEORI PENCIPTAAN MANUSIA

 BY HARUN YAHYA

“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yg telah menciptakan kamu dari diri yg satu dan darinya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yg banyak..” . “Dzat yg membuat segala sesuatu yg Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yg memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yg hina . Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam roh -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran penglihatan dan hati; kamu sedikit sekali bersyukur.” . Dalam dunia science teori evolusi Charles Darwin sangat terkenal. Bahkan walaupun hanya merupakan suatu kesimpulan yg tak terbukti sama sekali banyak orang yg mempercayainya krn ia berbaju science. Padahal science sendiri yg dulunya dipercaya benar ternyata kemudian terbukti salah.

Salah satu dampak dari teori evolusi yg sesat itu adl mengikis iman akan adanya Sang Pencipta. Dengan begitu secara tak disadari seseorang yg mempercayai teori evolusi akan dikikis imannya terhadap adanya Sang Pencipta. Sebagai muslimin kita harusnya mengembalikan hal ihwal penciptaan ini kepada Sang Pencipta itu sendiri Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Tentunya jika disuruh memilih harus percaya siapa tentunya kita harus percaya kepada Allah. Inilah yg harus menjadi landasan berpikir dan keyakinan kaum muslimin dalam mengetahui asal muasal penciptaan manusia. Dalam hal ini Allah telah mewahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Alquran dalam beberapa surat dan ayat di antaranya adl ayat yg kita sebutkan di atas. Ayat-ayat di atas menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia pertama kali dari tanah dan menyempurnakan bentuknya.
Kemudian dari satu manusia itu-yakni Adam ‘Alaihissalam-Allah menciptakan istri bagi Adam kemudian dari keduanyalah Allah mengembangbiakkan manusia. Bahkan hal itu sangat jelas dan mudah dipahami oleh siapa pun yg mau sejenak menggunakan otaknya dgn baik. Jadi pertanyaan-pertanyaan yg timbul di kalangan kaum muslimin tentang teori Darwin ini dapat dijawab dgn ayat-ayat Alquran. Namun sayang kebanyakan kaum muslimin kurang mengerti akan isi kitab sucinya. Mereka paling-paling hanya membaca Al-Fatihah serta surat-surat pendek di Juz ‘Amma. Itu pun belum tentu dgn pemahaman yg benar akan kandungan ayat yg mereka baca. Bahkan sekarang telah timbul gerakan anti teori evolusi yg dipelopori Adnan Oktar dgn mengusung nama Harun Yahya. Dia adl seorang muslim Turki.

Gerakan ini mengguncang para penganut dan pencinta teori evolusi. Mereka bahkan mati kutu ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa teori yg mereka sanjung selama ini ternyata omong kosong belaka dan penuh kepalsuan. Sekali lagi terbukti bahwa adl suatu kebodohan jika seseorang menuhankan science. Science bukanlah pencipta science hanya menguak rahasia-rahasia yg tersimpan di balik ciptaan Allah ini. Dengan science manusia dapat memanfaatkan segala yg diciptakan Allah utk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Seharusnya science juga mengantar manusia kepada iman terhadap Allah Sang Pencipta alam semesta bukan malah sebaliknya.

paradigma keperawatan

PARADIGMA KEPERAWATAN

Definisi
Paradigma keperawatan merupakan suatu cara pandang dari profesi keperawatan untuk melihat suatu kondisi dan fenomena yang terkait secara langsung dengan aktifitas yang terjadi dalam profesi tersebut.


Sesuai hasil konsorsium keperawatan disepakati definisi dari masing-masing fenomena seperti tersebut di atas, adalah :

1. ManusiaAdalah penerima askep terdiri dari individu, keluarga, kelompok & masyarakat. Manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosio kultural dan spiritual yang utuh dan unik, mandiri, dinamis, rasional dan berkemampuan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, agar dapat bertahan hidup dan berkembang. Manusia berinteraksi dengan lingkungan.
Sebagai sistem terbuka sepanjang siklus kehidupan mulai dari konsepsi, masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan lanjut usia dalam lingkungan keluarga, kelompok dan komunitas. Manusia menggunakan persepsinya dalam proses interaksi dengan lingkungan, sebagai makhluk yang mandiri, dinamis, rasional dan mampu beradaptasi.
Manusia dengan pengalamannya membuat keputusan yang rasional dan berupaya menolong dirinya sendiri dan orang lain dengan bertindak mandiri untuk memenuhi kebutuhannya melalui belajar, menggali serta menggerakkan semua sumber yang tersedia dan terjangkau untuk mencapai keadaan sehat dan sejahtera seoptimal mungkin.
Manusia memperoleh pengalaman baru melalui interaksinya dengan lingkungan dan membentuk suatu pola tumbuh kembang yang unik, serta dengan pengalamannya sendiri sepanjang siklus kehidupan, manusia membentuk pola berfikir, keyakinan dan perilaku berupa nilai dan budaya.

2. LingkunganMencakup benda hidup dan benda mati yang terdapat di sekitar manusia. Komponen internal seperti : faktor genetik, struktur anatomis, fisiologis, psikologis, nilai, keyakinan serta faktor internal lain yang potensial mempengaruhi perubahan sistem manusia. Faktor eksternal terdiri dari : keadaan fisik, demografis, ekologis, hubungan interpersonal dan nilai sosial budaya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta faktor eksternal lain yang potensial mempengaruhi perubahan pada sistem manusia.
Perawat memberikan perhatian khusus pada hubungan interpersonal manusia, karena memandang manusia sebagai makhluk sosial. Unit sosial terdiri dari keluarga, kelompok dan komunitas. Pada tiap unit sosial individu membawa sifatnya yang unit dan secara bersamaan juga berbagi tujuan, nilai dan budaya dalam tiap interaksi yang dilakukan.

3. KesehatanMerupakan suatu keadaan yang bukan hanya bebas dari penyakit dan dapat mempertahankan fungsi pada tingkat minimal yang adekuat, tetapi merupakan suatu keadaan sehat purna secara fisik, mental dan sosial spiritual yang merupakan fungsi manusia secara utuh, terintegrasi dan bersifat dinamis sehingga mampu hidup produktif secara ekonomi dan sosial.
Sehat dipandang sebagai suatu keadaan seimbang bio-psiko-sosio-spiritual yang dinamis dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya dan memungkinkan manusia melakukan asuhan mandiri dan berfungsi secara optimal untuk berperan dalam keluarga, kelompok dan komunitas.
Perawat juga meyakini bahwa keadaan sehat dan sakit merupakan suatu rentang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor individual yang meliputi genetik dan keturunan, kemampuan, pengalaman hidup dan interaksi dengan faktor-faktor sosial, lingkungan serta perubahan.
Sehat ditentukan oleh kemampuan individu, keluarga, kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistik dan berarti, serta kemampuan untuk menggerakkan energi dan sumber untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien. Sehat harus dilihat dari berbagai tingkat, individu, keluarga, komunitas dan masyarakat.
Sehat yang optimum adalah suatu keadaan dimana individu dapat meningkatkan kemampuan dan potensinya untuk mencapai keadaan sejahtera bio-psiko-sosio dan spiritual.

4. Intervensi KeperawatanMerupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosiokultural-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas, baik sakit maupun sehat serta mencakup seluruh siklus hidup manusia.
Keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan atau mental, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemauan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Bantuan juga ditujukan kepada penyediaan pelayanan kesehatan utama dalam upaya mengadakan perbaikan sistem pelayanan kesehatan sehingga memungkinkan setiap orang mencapai hidup sehat dan produktif.

ASUHAN KEPERAWATAN PRIMIGRAVIDA

ASUHAN KEPERAWATAN PRIMIGRAVIDA

2.1. Konsep dasar asuhan kebidanan primigravida dengan kehamilan fisiologis.
2.1.1. Pengertian kehamilan
Kehamilan ialah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin mulai konswepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. (Manuaba.Ida bagus gede, 1998;4)
2.1.1.1. Penyebab Kehamilan
Kehamilan dapat terjadi karena pertemuan ovum dan sperma. Pada coitus air mani terpancar kedalam ujung dari vagina sebanyak 3CC. Dalam air mani terdapat spermatozoa atau sel-sel mani sebanyak100-200 juta tiap cc.
Sel mani bentuknya seperti kecebong dengan kepala yang lonjong dan ekor yang panjang seperti cambuk. Inti sel terdapat dikepala sedang ekor gunanya untuk bergerak maju. Karena pergerakkan ini maka dalam sartu jam spermatozoa melalui canalis servikalis dan cavum uteri kemudian kemudian berada dalam tuba. Disini sel mani menunggu kedatangan sel telur, jika pada saat ini terjadi ovulasi maka mungkin terjadi fertilisasi, jadi kehamilan dapat dihasilkan bila coitus dilaksanakan pada saat ovulasi. (Obtetrie fisiologi Padjajaran. 1983; 99) 

2.1.1.2. Tanda-tanda Kehamilan
Tanda-tanda kehamilan meliputi tanda-tanda presumtif, tanda mungkin hamil, dan tanda hamil pasti.
Tanda-tanda persumtif yaitu : Amenorrhoe, mual dan muntah, mengidam (ingin makan khusus), tidak tahan suatu bau-bauan, pingsan bila berada ditempat ramai, sesak dan padat, anorexia, lelah, payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri serta kelenjar montgomeri terlihat lebih besar dan padat. Asanya konstipasi, pigmentasi kuliut, epulis (hypertropi dari pupil gusi) dan pemekaran vena-vena.
Sedangkan tanda-tanda kemungkinan hamil yaitu : perut membesar, uterus membesar adanya tanda hegar, tanda chadwick, tanda piskasek, adanya kontraksi kecil uterus bila dirangsang (braxton hicks), teraba ballotement, dan reaksi kehamilan positif.
San tanda hamil pasti yaitu : adanya gerakan janin, denyut janin dapat didengar dengan stetoskop, dopler, fero elektrocardiogram serta terlihat di USG, foto rontgen.
2.1.2. Pengertian primigravida
Primigravida ialah seorang wanita hamil untuk pertama kalinya. (Mochtar, Rustam, 1990;100)
2.1.2.1. Tanda-tanda kehamilan primigravida meliputi :
Perut tegang, pusar menonjol, rahim tegang, payudara tegang, labia mayora tampak bersatu, hypen seperti pada beberapa tempat, vagina sempit dengan rugae yang utuh, servicks licin bulat dan tidak dapat dilalui oleh satu ujung jari, perineum utuh dan baik. Pada servix terdapat pembukaan yang didahului dengan pendataran dan setelah itu baru pembukaan (pembukaan rata-rata1 Cm dalam 2 jam). Pada bagian terbawah janin turun pada 4-6 minggu akhir kehamilan, dan pada persalinan hampir selalu dengan episiotomi (Mochtar, Rustam, 1998; 46).

2.1.3. Perubahan-perubahan pada ibu hamil.
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu hamil.
2.1.3.1. Perubahan fisiologis
Di bawah ini terdapat perubahan sistem reproduksi dalam bentuk tabel.
Tabel2.1.3.1.
Perubahan fisiologis

Perubahan pada...
Penyebab
1.Endometrium
Proliferasi endometrium sebagai persiapan terjadinya inplantasi ovum.
Glukogen dihimpun dalam lapisan endometrium untuk mensuplai makanan pada blastokis bila terjadi konsepsi
Pengaruh hormon estedrogen progesteron mempertahankan implantasi di endometrium.
2. Ovarium bertanggung jawab terhadap pembentukan corpus luteum
Implatansi blatokist dan perkembangan plasenta dijamin oleh sekresi progesteron. NCG mulai usia kehamilan 8 hari, yang berfungsi menyediakan nutrisi dan hormon untuk mempertahankan corpus luteum 7-10 minggu sampai placenta dapat berfungsi
3. Tuba falopii merupakan tempat mertemunya ovum dab sperma dan merupakan saluran telur kedalam uterus
Dengan rangsangan hormon esterogen dan progesteron cairan dalam memberi isyarat tentang kondisi, peristiwa dan kapasitas sperma dan pembelahan-pembelahan dalam gamet mengadakan persiapan yang memadai pada endometrium untuk iumplantasi telur..
4. Cervix uteri
Terdapat peningkatan dari vascularisasi, edema lembut dan pembesaran dari glandula/kelenjarcervical
Esterogen bertanggung jawab terhadap perubahan cervix sehingga timbul tanda chadwick. Sumbatan disaluran cervix dapat berfungsi untuk janin, dari inovasi mekanik atau bakteri pada awal persalinan sumbatan ini twerpisah dan kencang. Pembuluh darahnya terp[otong dan cairan kental dikeluarkan sebagai blood slym.
5. Payudara
terdapat peningkatan dari ukuran nodulus dan sensitifitas. Sistem saluran payudara telah tumbuh sejak usia kehamilan 3 bulan
Si bawah rangsangan esterogen dan progesteron payudara membesar ukurannya, puting susu juga membesar, warnanya lebih gelap, menonjol, kelenjar montgomerinya membesar. Produksi kolostrum berlangsung pada akhir kehamilan dan buah dada terus membesar.
6. Vagina
Vascularisasi meningkat pada vagina sehingga vagina menjadi lebih padat
Dibawah pengaruh esterogen terdapat proliferasi dari sel-sel vagina yang menyebabkan dinding saluran vagina menjadi lebih tebalberlipat-lipat dan membesar dalam mempersiapkan lewatnya kepala bayi.
7. Pertumbuhan uterus
Berat uterus meningkat dari 30-50 gram menjadi 900-1000 gram pada kehamilan aterm.
Pengaruh esterogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan dan berfungsinya uterus. Progesteron mempersiapkan tempat implantasi dan menghalangi kontraktifitas miometrium.
Volume uterus meningkat dari 10 ml menjadi 2-10 liter pada kehamilan aterm
Uterus akan dapat teraba
3 bulan pada sekitar simpisis
6 bulan setinggi pusat
4 bulan 3 jari dibawah pusat
Posisi uterus
Memasuki rongga panggul pada minggu ke 12 dan mengadakan dextro rotasi kearah kanansesuai pembesarannya
Perkembangan janin dapat dipantau , menyebabkan tekanan pada ureter kanan. Berat uterus pada trimester III dapat menekan vena kava dan aorta dapat menyebabkan tanda-tanda hipertensi pada posisi terlentang
Uterusbertahan dalam posisi longituginal terhadap garis aksis panggul
Pertumbuhan janin teraba. Kehilangan pusat gaya berat sesuai dengan pemberatan uterus.
Sokongan bagian depan oleh dinding abdomen
Penyempitan lumen rectum dapat terjadi
Uterus tidak begitu semsitif untuk kontraksi sehingga sampai pertengahan kehamilan, ketika uterus menjadi lebih sensitif akibat rangsangan oksitosin
Kontraksi pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Kelahiran pre term merupakan resiko pada kehamilan trimester III
Pada akhir trimester II sampai trimester III, uterus lebih sensitif untuk kontraksi
Merupakan permulaan kelahiran pada kehamilan aterm. Menyebabkan kematangan, dilatasi,perdarahan cervix pada kehamilan aterm.
Kontraksi Broxton hicks merupakan kontraksi yang tidak beraturan, datang sewaktu-waktu, tidak mempunyai irama tertentu, kontraksi ini dapat timbul selama kehamilaan.
Esterogen menyebabkan peregangan myometrium. Wanita hamil merasakan kontraksi terasa tegangandan tekanan pada uterus. Kontraksi ini dapat diraba pada pemeriksaan . Pada trimester III kehamilan dalam masa persalinan.(Maternity Nursing W.B. Sauders, 1981)

2.1.3.2. Penyesuaian dan proses psikologis
Penyesuaian dan proses psikologis sibagi dalam trimester I, II, dan III seperti tercantum dalam tabel di bawah ini


Tabel 2.1.3.2
Penyesuaian dan proses psikologis

Klasihikasi
Periode
Perusahan psikologis
Trimester I
Periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia hamil
Meningkatnya kebutuhan mencintai dan dicintai tanpa seks libido karena dipengaruhi oleh kelelahan, mual dan payudara yang membesar.
Adanya kekhawatiran dan kecemasan.
Trimester II
Periode kesehatan
Ibu merasa sehat
Bebas dari ketidaknyamanan
Merupakan fase bathiniah, kehamilan untuk membangkitkan identitas keibuannya.
Sebagai wanita merasa lebih erotik.
Trimester III
Periode penggunaan yang waspada
Terdapat rasa gelisah
Adanya rasa ketakutan
Ketidak nyamanan fisik
Memerlukan dukungan
Seksualitas menurun karena perut membesar sehingga menciptakan rasa bersalah pada ibu.
Berbagi perasaan diantara pasangan sangat penting untuk periode ini. (Varney.H.1997)



2.2. KONSEP ASUHAN KEBIDANAN 
Dalam memberikan Asuhan kebidanan dilakukan melalui langkah-langkah pengkajian, menentukan diagnosa, merencanakan dan melaksanakan asuhan kebidanan serta melakukan evaluasi hasil kegiatan.
2.2.1. Pengkajian
Pemeriksaan pada iobu selama kehamilan penting sekali. Hasil pemeriksaan yang lengkap akan memberikan gambaran yang menyeluruh untuk menilai kesejahteraan ibu, mengidentifikasikan perubahan-perubahan normal serta mendeteksi keadaan-keadaan yang mengandung resiko kehamilan dan massa persaklinan. Pengkajian dilakukan terhadap keseluruhan aspek yang meliputi aspek fisik, psikologis, sosial dan spiritual ibu seperti tercantum dalam tabel dibawah ini.
1.2.1.1. Pengkajian data subyektif
Tabel 2.2.1.1.
Pengkajian Data Subyektif
Pengkajian
Tentang
Hal-hal yang dikaji
Tujuan
1. Identitas/Bio data
Nama DX/suami, umur,agama, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, alamat, penghasilan
Untuk mengetahui atau mengenal penderita dan menentukan status sdosial ekonominya yang harus diketahui misal : untuk menentukan Anjuran apa yang diberikan selain itu umur penting untuk prognosa kelahiran.
2. Keluhan utama
Apa yang px rasakan/penderita rasakan saat ini
Agar diketahui apakah penderita datng untuk pemeriksaan kehamilan atau kalau ada keluhan-keluhan lain yang penting
3. Riwayat kehamilan ini
Usia hamil, HDHT, siklus haid, perdarahan pervaginam, fluor, mual/muntah, masalah kelainan pada kehamilan sekarang, pemakaian obat-obatan/jamu
Anamnesa haid serta siklusnya dapat diperhitungkan tanggal persalinan serta memantau perkembangan kehamilannya serta dengan anamnesa ini dapat diketahui dengan segera adanya kelainan / masalah dalam kehamilan dan dapat ditangani dengan segera.
4. Riwayat obstetri yang lalu
Jumlah kehamilan, jumlah persalinan, jumlah persalinan cukup bulan, jumlah persalinan prematur, jumlah anak hidup, jumlah keguguran. Perdarahan pada kehamilan, persalinan, nifas terdahulu, berat bayi <> 4 kg.
Adanya masalah-maslah persalinan kehamilan dan nifas yang lalu
Pertanyaan ini mempengaruhi prognosa persalinan dan persiapan persalinan yang lampau adalah hasil ujian—ujian dari segala faktor yang mempengaruhi persalinan.
5. Riwayat penyakit
Jantung, ttekanan darah tinggi, TBC, pernah operasi, alergi obat/makanan, ginjal, asma, epilepsi, penyakit hati, pernah kecelaakaan.
Data ini penting diketahui untuk melihat adanya kemungkinan penyakit-penyakit yang menyertai dan dapat mempengaruhi kehamilan.
6. Riwayat kesehhatan keluarga
- Anak kembar
- Penyakit menular yang dapat mempengaruhi persalinan (TBC)
- Penyakit keluarga yang dapat diturunkan CDM
Data ini untuk melihat kemungkinan terjadi terhadap ibu hamil dan mengupayakan pencegahan dan penanggulangannya.
7. Riwayat KB
- Metode KB apa yang dipakai dan lama pemakaian
Data ini untuk menentukan rencana tindakan dalam mengambil keputusan bila diperlukan dan membantu dalam mengkaji keadaan psikologis ibu.
8. Riwayat sosial ekonomi
- Status soosial ekonomi
- Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan
- Jumlah kelluarga di rumah yang membantu
- Siapa yang membuat keputusan dalam keluarga.
- Pendidikan, pekerjaan, penghasilan.
Data ini untuk mengetahui adanya kebiasaan-kebiasaan sehari-hari ibu yang akan mempengaruhi kehamilan.
9. Pola kegiatan sehari-hari
- Makan dan minum
- Pola eliminasi
- Keberhasilan diri
- Aktifitas sehari-hari
- Tidur dan istirahat
- Olahraga.
Data ini untuk mengetahui adakah kebiasaan sehari-hari ibu yang akan mempengaruhi kehamilan.

Tabel 2.2.1.2.
Pengkajian data obyektif

Pengkajian
Hal yang dikaji
Rasionalisasi
Pemeriksaan umum
- Kesadaran
- Tinggi badan
- Berat badan
- Tanda-tanda vital; suhu, nadi, tensi, respirasi
Untuk menilai kesan pertama kepadda klien dan menentukan tindakan
Untuk memberikan gambaran menganai ukuran panggul
Untuk mengetahui status gizi ibu & dapat dipantau perkembangannya.
Untuk mengatahui adanya kelainan pada sistem tubuh.
Pemeriksaan fisik
1. Inspeksi
- Rambut : bersih/kotor apakah mudah dicabut.
- Muka adakah cloasma gravidarum
- Mulut dan gigi : kebersihan, stomatitis, caries leher : addakah pembesaran kelenjar limfe.
- Dada : bentuk payudara pigmentasi areola pappila mamae
- Perut apakah pembesaran perut sesuai umur kehamilan, adakah strie gravidarum atau bekass operasi
- Vulva : keadaan perineum.
- Ekstremitas : adakah vances, oedema, luka
Untuk mengetahui keadaan setiap bagian tubuh dan pengaruhnya terhadap kehamilan
2. Palpasi
- Leopold I
- Leopold II
- Leopold III
- Leopold IV
Menentukan TFU dan tuanya kehamilan serta bagian apa yang di fundus
Menentukan letak punggung anak dengan presentasi membujur dan menentukan kepala anak pada letak lintang.
Menentukan apa yang terddapat dibagian bawah dan apakah bagian anak sudah masuk PGP atau belum.
Menentukan bagiaan bawah dan seberapa masuknya.
3. Auscultasi
- Denyut jantung janin
4. Perkusi
- Reflek patella
Untuk mengetahui keadaan janin mengetahui reflek patela bila kemungkinan mengalami kekurangan Vit B1.
5. Ukuran panggul luar
- Distantia spinarum
- Distantia cristorum
- Bordelogue
- Lingkar panggul
Untuk mengetahui keadaan panggul yang akan berpengaruh pada proses persalinan.
6. Pemeriksaan laboratorium
- Albumin
- Reduksi
- Hb
- HBSAg
Untuk mengetahui faktor resiko ibu hamil, misal : pre eklamsi
Untuk mengetahui apakah ibu mengidap DM
Untuk mengetahui faktor resiko terhaddap anemia
Untuk mengetahui faktor resiko terhadap hepaatitis


2.2.1. Pengkajian
Data Dasar
Diagnosa / Masalah
S
O
Ibu mengatakan hamil ...... bulan kehamilan ke berraapa, gerakan anak mulai dirasakan kapan HDHT, keluhan saat ini.
K/u ibu kesadaran ..........
BB........, TB......cm, , T......., S........., N......., R.........
Hasil inspeksi............
Hasil palpasi............
Hasil auscultasi.............
Hasil perkusi..............
Hasil pemeriksaan laboratorium
G............., P.............mgg
T/H, intra/ekstra uterin, letak, k/u ibu.......

2.2.3. Pengkajian
Diagnosa : G........, D........., ..........mgg, T/H, inttra uterin panggul.........k/u ibu.............
Tujuan : kehamilan berjalan normal
Kriteria : - Keadaan ibu dan janin baik
- TFU sesuai umur kehamilan
Perencanaan
Rassionalisasi
1. Lakukan komunikasi therapeutik dengan klien
2. Berikan penjelasan pada px tentang kondisi kehamilannya
3. Berikan KIE
- Tanda-tanda persalinan
- Persiapan persalinan
- Tanda-tanda bahaya
- Tempat melahirkan
- Penolong
4. Anjurkan klien kontrol 1 bulan lagi
Dengan komunikasi therapeutik diharapkan tercipta hubungan/ kerja sama yang baik antara klien dan petugas
Pemberian informasi pada klien tentang kondisi kehamilannya akan menambah pengetahuan klien dan membuat klien tenang dan tidak cemas.
Dengan penjelasan ibu akan lebih menngerti dan tidak akan bingung dalam menghadapi masalah.
Konvoi yang teratur akan dapat mempermudah kita untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang ada secara dini.

2.2.4. Implementasi
Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana tindakan didalam pelaksanaan kemungkinan bidan melakukan tindakan secara langsung pada klien atau bekerjasama (kolaborasi ) dengan tenaga lain.
Kegiatan pelaksanaan perlu dikendalikan agar tetap menuju sasaran. Setiap tindakan yang dilakukan memberikan perubahan pada sasaran.

2.2.5. Evaluasi
Tahap ini menentukan tingkat keberhasilan dari tindakan. Bila tindakan yang dilakukan mencapai tujuan perlu dipertimbangkan kemungkinan masalah baru yang timbul akibat keberhasilan. Dan sebaliknya bila tindakan tidak mencapai tujuan maka lanngkah-langkah sebelumnya perlu diteliti kembali.